Tanya Jawab Seputar Bekam

  • a few months ago

Menurut keyakinan umat Muslim, bekam adalah salah satu pengobatan yang paling ideal bagi mereka, dan terbaik bagi umat Nabi Muhammad, kemudian di dalam berbekam terkandung kesembuhan dan terdapat kebaikan.

Berbekam sangat pula diyakini oleh umat Muslim dapat meringankan otot yang kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang di bekam. Berbekam itu diyakini pula menjadi penetral ketegangan emosi seseorang,kemudian perintah berbekam sendiri menurut kisah dari Abdullah bin Mas’ud adalah anjuran dari para malaikat ketika Muhammad sedang Mi’raj ke Sidrat al-Muntaha.

 Tanya : Apa penyebab datangnya penyakit ?
Jawab : Secara sunnatullah penyakit dapat disebabkan oleh:

  1. Virus
  2. Kejiwaan ( stress, depresi, penyakit hati, dll. )
  3. Gangguan Jin / Syetan

Tanya : Bila penyebabnya virus, mengapa virus dapat masuk ke dalam tubuh manusia ?
Jawab : Karena imunitas tubuh lemah

Tanya : Apa penyebabnya ?
Jawab : Karena metabolisme tubuh terganggu

Tanya : Mengapa metabolisme tubuh bisa terganggu ?
Jawab : Karena adanya toksin ( racun ) dalam darah. Racun ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang bersama urine, kotoran dan keringat. Racun tersebut hanya larut dalam lemak, terakumulasi dan tersimpan diantara jaringan kulit dan daging. Di situlah letak darah kotor yang akan dikeluarkan dengan tehnik bekam.

Tanya : Darimana datangnya toksin ( racun ) ?
Jawab : Dari makanan, polusi air, udara, dll. Nasi, sayuran dan buah yang kita makan mengandung pestisida dan bahan kimia yang berasal dari peyemprotan dan pemupukan saat ditanam. Ayam negri, telur dan hewan ternak lainnya mengandung obat-obatan dan bahan kimia yang berasal dari suntikan dan makanannya. Demikian juga makanan dan minuman buatan pabrik yang kita konsumsi mengandung bahan pengawet, bahan pewarna tekstil, borax, formalin, MSG, dsb. Air yang kita minum mengandung kaporit, logam berat, merkuri dsb. Kita tak mungkin dapat menghindarkan diri dari semua toksin itu. Kita akan terserang penyakit manakala tubuh tak mampu lagi bertahan karena jumlah toksinnya telah melewati ambang toleransi.

Tanya : Kalau hal tersebut tidak mungkin dihindarkan, bagaimana cara mengatasinya ?
Jawab : Berobat dengan cara Hijamah / Bekam sebagimana yang dianjurkan Rasulullah 14 abad yang lalu. Yaitu dengan mengeluarkan / membuang darah kotor yang mengandung toksin tersebut pada titik-titik tertentu dari tubuh. Dengan hilangnya darah kotor, metabolisme tubuh akan berjalan sebagaimana mestinya sehingga akan meningkatkan imunitas tubuh. Imunitas tubuh yang kuat akan membasmi virus yang ada dalam tubuh dan mencegah masuknya virus dari luar, sehingga tubuh menjadi sehat dan kuat.

Tanya : Mengingat kita secara sadar ataupun tidak telah ” mengkonsumsi racun ” setiap hari, apakah hijamah / bekam harus dilakukan secara rutin ?
Jawab : Ya, sebagaimana kendaraan bermotor yang memerlukan service rutin, tubuh kitapun perlu dibersihkan ( detoksifikasi ) secara berkala sebulan sekali, sebaiknya pada tanggal-tanggal yang disunahkan Rasul, yaitu tanggal 17, 19, dan 21 bulan Qomariah. Pada saat itulah darah sedang banyak-banyaknya ( sebagaimana air laut yang mengalami pasang ) karena pengaruh gaya gravitasi bulan, darah kotor yang dikeluarkan pun akan lebih banyak sehingga akan lebih efektif dalam pengobatan.

Tanya : Bila darah kotor banyak keluar, apakah tidak menyebabkan seseorang lemas / kehabisan darah ?
Jawab : Darah kotor jumlahnya terbatas. Bila dibandingkan dengan darah yang diambil saat donor, jumlahnya kurang lebih hanya seperempatnya. Bekam tidak sama dengan donor darah. Bekam mengeluarkan darah kotor yang berada dibawah kulit. Karena yang dikeluarkan adalah darah kotor, maka akan memberi efek ringan dan segar pada tubuh. Sedangkan donor darah yang diambil adalah darah bersih melalui urat nadi sehingga meberi efek lemas, pusing atau mata berkunang-kunang.

Tanya : Adakah dalil tentang dilakukannya Hijamah / Bekam
Jawab : Banyak sekali, diantaranya :

” Sebaik-baiknya pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah ” ( Muttafaq Alaih )
” Kalau dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalah hijamah ” ( Muttafaq Alaih )
” Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melawati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata, ” Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan Hijamah ” ( Shahih Sunan Abi Dwud )
” Kesembuhan itu ada dalam 3 hal : Minum madu, sayatan alat Hijamah dan sundutan api. Namun aku melarang umatku untuk melakukan sundutan api. ” ( Shahih Bukhari )
” Aku diberitahu Jibril bahwa Hijamah adalah cara pengobatan yang paling bermanfaat untuk manusia ” ( Shahihul Jami )

Tanya : Bolehkah melakukan Hijamah/Bekam pada saat berpuasa ?
Jawab : Jumhur ulama membolehkan dengan berpegang pada hadits : Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata:” Nabi SAW pernah berobat dengan hijamah ketika beliau sedang berpuasa.” (Shahih Bukhari)

Tanya : Apakah dibolehkan laki-laki mengobati wanita dengan hijamah dan sebaliknya ?
Jawab : Selain dengan mahramnya, laki-laki dilarang mengobati wanita dengan hijamah dan sebaliknya.

Tanya : Telah disebutkan di atas bahwa selain karena virus, penyakit dapat pula disebabkan oleh masalah kejiwaan (stress, depresi dll) dan gangguan jin/syetan. Bagaimana mengatasinya ?

Jawab : Penyakit yang disebabkan oleh masalah kejiwaan diobati dengan nasihat dan bimbingan agama. Penyakit yang disebabkan oleh gangguan jin/syetan diobati dengan Ruqyah Syar’iyyah.

Tanya : Bila telah berikhtiar tetapi penyakitnya belum sembuh juga?
Jawab : Kesembuhan berada di tangan Allah SWT. Bila Allah belum berkehendak, kesembuhan tak akan datang. Tetaplah sabar sambil terus berikhtiar dan berdoa mohon kesembuhan kepada-Nya. Nabi SAW bersabda:
“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah Ta’ala tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja yaitu tua” (Sunan Abu Daud).