Penanganan Penyakit Jantung Koroner Secara Thibbun Nabawi

Penanganan Penyakit Jantung Koroner Secara Thibbun Nabawi

Penanganan Penyakit Jantung Koroner Secara Thibbun Nabawi merupakan penanganan alternatif yang sedang trend akhir – akhir ini.

Tapi sebelumnya, apa itu Jantung Koroner?
Jantung koroner adalah penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang mensuplai darah ke otot jantung sehingga pasokan darah berkurang dan mengakibatkan angina pectoris atau bahkan terhentinya sama sekali pasokan darah ke bagian tertentu dari otot jantung yang menyebabkan serangan jantung akut (acute myocardial infarction). Penanganan Penyakit Jantung Koroner Secara Thibbun Nabawi.

Factor Penyebab Jantung Koroner

  1. Pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) akibat tingginya kadar lemak dan kolesterol berbahaya (LDL) sehingga menjadikannya menumpuk di dinidng pembuluh darah.
  2. Terbentuknya gumpalan darah  dibeberapa bagian tubuh tertentu kemudian gumpalan darah tersebut bergerak dan menetap di pembuluh darah koroner (embolisme).
  3. Peradangan pembuluh darah (arteritis) yang mensuplai darah ke jantung.
  4. Kelainan anatomi pembuluh darah ke koroner.
  5. Merokok.
  6. Stres yang berkelanjutan.
  7. Obesitas (kegemukan).
  8. Tekanan darah tinggi.

Gejala-Gejala Jantung Koroner

  1. Nyeri disekitar dada (restrosternal pain), kadang-kadang semacam tusukan atau tekanan di atas jantung yang sering terjadi  setelah melakukan aktivitas fisik yang berat.
  2. Kadang-kadang rasa nyeri menjalar hinga belikat, bahu kiri, leher, atau rahang.
  3. Drop dan kelelahan akut pada penderita jantung koroner setelah melakukan aktivitas fisik yang berat. Setelah berselang waktu istirahat atau setelah meminum obat, baru dapat pulih beraktivitas kembali.

Apa yang Terjadi pada Penyumbatan Pembuluh Darah Koroner

  1. Seiring perjalanan waktu, terjadi endapan lemak di dinding pembuluh darah koroner  sehingga menyebabkan peyumbatan pembuluh darah koroner, kekurangan suplai darah ke otot jantung, dan kadang-kadang terjadi kematian beberapa sel pada otot jantung (myocardial infarction);
  2. Terjadi pula endapan sel darah merah dan trombosit darah pada endapan lemak tersebut sehingga meningkatkan sumbatan dan endapan suplai darah ke otot jantung.
  3. Kadang-kadang terjadi kejang pembuluh darah koroner (vasospasm) sehingga mengakibatkan terjadinya rasa nyeri di dada akibat bertambahnya sumbatan pembuluh darah.
  4. Terjadi penurunan produksi zar nitrit oksida (NO) yang berfunsi untuk perluasan (vasodilatasi) pembuluh darah koroner lebih lama,sehingga semakin lama pula rentang waktu terjadinya kekurangan suplai darah ke otot jantung.

Efek Bekam terhadap Penyumbatan Pembuluh Darah Koroner

  1. Bekam mengurangi kadar lemak dan kolestrol berbahaya (LDL) dalam darah maupun yang mengendap di dinding pembuluh darah sehingga mengurangi  penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah ke otot jantung. Berkurangnya zat-zat berbahaya yang ngendap di  dinding pembuluh  darah koroner ini juga menguranngi kesempatan terjadinya pengendapan sel darah merah dan trombosit di dinding pembuluh darah sehingga bisa dihindari terjadinya gumpalan darah.
  2. Bekam meningkatkan supali darah ke lapisan endothelium yang berperan memproduksi zat nitrit oksida (endothelium-derived relaxing factor)  yang memproduksi peregangan dan pelebaran dinding pembuluh darah koroner serta mengurangi spams (kekejangan).
  3. Karena stimulasi penyayatan yang terjadi pada prose bekam,terjadi produksi zat nitrit oksida (NO) yang memiliki beberapa fungsi: (a) Memperlebar pembuluh darah sehingga meningkatkan suplai darah ke otot jantung dan meningkatkan kemampuannya. (b) Membantu proses pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis)  sehingga berperan meningkatkan suplai darah dan nutrisi ke beberapa bagian yang terkena serangan malalui jalan alternative.

Catatan

  1. Para penderita jantung harus menghindari situasi-situasi yang meningkatkan tekanan psikologis yang meningkatkan terjadinya kekejangan pembuluhg darah koroner.
  2. Tidak ada kontradiksi antara bekam dengan obat-obatan yang biasa diminum oleh para penderita jantung koroner. Para penderita jantung koroner jangan menghentikan minum obat, kecuali dengan saran dokter.
  3. Para penderita jantung koroner harus menurunkan berat badan sebisa mungkin, sehingga dapat mengurangi beban kerja otot jantung.
  4. Penderita jantung koroner harus mengendalikan kadar kolesterol dan lemak trigliserida dalam darah serta jangan banyak mengonsumsi makanan berlemak, terutama lemak hewani.
  5. Penderita jantung koroner harus melalukan beberapa latihan olahraga ringan seperti jalan kaki atau olahraga-olahraga lain yang tidak meguras tenaga.
  6. Hendaklah penderita jantung koroner menggunakan saran kesembuhan lainnya  yang telah dijelaskan oleh Rasulullah saw seperti doa dan sedekah.

Ekperimen dan Hasil Terapi
Hasil terapi bekam dalam kasus jantung koroner bisa dikata “baik sekali”. Kadang-kadang, diperlukan pembekaman sekitar delapan kali. Itulah Penanganan Penyakit Jantung Koroner Secara Thibbun Nabawi.

Pengunjung Juga Menghubungi Kami Untuk:

  • Apakah bekam baik bagi penderita jantung
  • bekam untuk gangguan jantung
  • Bekam untuk sakit j
  • mengobati jantung dengan bekam