• You are here:
  • Home »
  • Blog »

Cara Nabi Menyembuhkan Migrain (Sakit Kepala Sebelah)

  • last year

Migrain atau sering juga disebut dengan sakit kepala sebelah bukanlah penyakit pada jaman ini saja. Penyakit ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW.

Pusing yang mendera sebagian kepala ini sering kali menyiksa serta pernah menghampiri Rasulullah SAW. Kata migraine (migrain) sendiri berasal dari Perancis dan datang dari Yunani “hemicrania” yang secara harfiah berarti “separuh kepala”.

Sakit kepala migrain merupakan salah satu bentuk sakit kepala yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah. Migrain sering menyerang pada semua umur pada manusia, tidak peduli anak, remaja maupun orang dewasa.

Migrain adalah penyakit gangguan pada neurologis yang seringkali disertai gejala seperti mual, muntah dan kondisi tubuh yang jadi lebih sensitif terhadap pengaruh cahaya dan juga suara; nyeri berdenyut hebat dan berulang, yang biasanya mengenai salah satu sisi kepala tetapi kadang mengenai kedua sisi kepala.

Nyeri timbul secara mendadak dan bisa didahului atau disertai dengan gejala-gejala visual (penglihatan), neurologis atau saluran pencernaan.

Penyakit Migrain ini juga dipercaya diakibatkan oleh gabungan dari berbagai faktor seperti lingkungan dan genetik.

Gejala migrain biasanya ditandai dengan sakit kepala sebelah, berdenyut-denyut pada syaraf kepala, dan berlangsung selama 2 hingga 72 jam.

Gejala-gejala yang turut menyertainya antara lain mual, muntah, fotofobia (semakin sensitif terhadap cahaya), fonofobia (semakin sensitif terhadap suara) dan rasa sakitnya semakin hebat bila melakukan aktifitas fisik berat seperti berolah raga atau mengangkat sesuatu yang berat.

Sebagian besar serangan migrain juga disertai dengan sakit kepala yang lain.Migrain sering digambarkan sebagai sebuah sakit kepala yang hebat, berdenyut dan menyerang kepala pada satu sisi.

Kadang kadang sakit dirasakan di dahi, sekitar mata dan dibelakang kepala sehingga mengaburkan gejala dengan sakit kepala yang lain.

Jika tidak diobati, serangan migren bisa berlangsung selama beberapa jam atau bahkan berhari – hari. Pada beberapa penderita, sakit kepalanya ringan dan bisa dihilangkan dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Tetapi migren seringkali hebat dan membuat penderita menjadi tidak berdaya, terutama jika disertai dengan mual, muntah dan silau mata (fotofobia).

Pada kasus seperti ini, biasanya selain obat pereda nyeri, penderita juga membutuhkan istirahat dan tidur untuk mengurangi sakit kepalanya.

Ada banyak obat pereda sakit berupa analgesik, antipiretik dan aspirin. Tapi jangan sembarang minum obat, mintalah obat yang telah dianjurkan oleh dokter Anda.

Lalu bagaimana cara Rasulullah untuk mengatasi dan mengobati sakit migrain ini? Berikut adalah beberapa cara Nabi SAW mengobati migrain:

1. Mengikat Kepala

Telah disampaikan hadits Ibnu ‘Abbas : Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wasallam pernah berbicara / berkhutbah kepada kami, sedang beliau dalam keadaan mengikat kepala beliau.”

Dalam As-Shahih disebutkan bahwa saat sakit menjelang wafatnya, beliau berkata : “Aduh kepalaku”. Beliau mengikat kepalanya pada waktu sakit. (Dikeluarkan oleh An-Nasa’I, Ibnu Majah dan Ahmad).

Dalam bukunya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah mengatakan : “Membalut kepala berguna untuk mengatasi migren dan sakit kepala lainnya. Terapi terhadap penyakit ini berbeda-beda tergantung jenisnya yang berbeda pula. Ada kalanya penyembuhannya dengan muntah, ada juga dengan makan, atau dengan istirahat total dan adapula dengan diikat kepalanya. Ada lagi yang penyembuhannya dengan didinginkan dan ada pula dengan menghindari suara atau aktifitas.”

Abu Nuaim dalam kitab Ath Thibbun Nabawi menyebutkan, jenis pusing ini pernah diidap oleh Rasulullah SAW hingga satu atau dua hari dan Nabi SAW tidak keluar rumah.

2. Membalut Kepala dengan Inai / Pacar

Dalam bukunya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah mengatakan : “Bila muncul sakit kepala karena panas terik, sementara tidak ada unsure tertentu yang harus dikeluarkan dari tubuh, maka penyembuhannya dengan Inai mujarab sekali.

Caranya adalah dengan ditumbuk halus dan dicampur cuka untuk dibalurkan dan dibalut di kepala, sakit kepala pun langsung berkurang.

Inai mengandung energy yang bisa mengatasi pusing. Bila digunakan untuk dibalurkan dan diikat di kepala, dapat menghilangkan rasa sakitnya. Bahkan itu tidak hanya berlaku untuk penyakit kepala saja, bisa juga untuk berbagai rasa sakit di sekujur tubuh.”

Inai merupakan jenis tumbuhan yang memiliki manfaat untuk penyembuhan. Selain mengandung anti oksidan yang tinggi, inai juga memiliki sifat dingin namun kering.

3. Berdiam Diri untuk Relaksasi dan Tidak Banyak Berbicara

Dalam bukunya Syaikh DR. Muhammad Musa Alu Nasr disebutkan bahwa Imam Ahmad telah meriwayatkan dari hadits Buraidah bahwasanya Rosulullah Shallaahu ‘alaihi wasallam mungkin mengalami migren, sehingga beliau berdiam diri satu dua hari dan tidak berkata-kata.

Relaksasi dipercaya mampu mencegah timbulnya serangan migren bila dilakukan saat gejala pembuka. Jika memungkinkan, tidur merupakan obat yang paling mujarab.

Untuk mencegah timbulnya migren, pasien dapat dimotivasi untuk mengubah pola hidup yang selama ini dicurigai dapat mencetuskan timbulnya migren.

4. Membekam Untuk Pelepasan Darah Kotor

Penyembuhan migrain paling efektif adalah dengan pembekaman / pelepasan darah kotor yang menghambat lancarnya peredaran darah pada bagian kepala, tindakan ini sudah banyak terbukti menyembuhkan secara tuntas penyakit ini.

Rasulullah SAW juga menggunakan metode bekam untuk menyembuhkan sakit kepala yang dideritanya. Dari Salma, seorang pelayan Rosulullah Shallaahu ‘alaihi wasallam dia bercerita, “Tidak seorangpun mengadukan rasa sakit di kepalanya kepada Rosulullah Shallaahu ‘alaihi wasallam melainkan Beliau mengatakan : ‘Berbekamlah’ dan tidak juga rasa sakit di kedua kakinya melainkan Beliau bersabda, ‘Pakaikanlah khidhab/Pacar pada keduanya.” (Shahih Sunan Abi Dawud (II/732), karya Syaikh Albani).

Syaikh DR. Muhammad Musa Alu Nasr mengatakan : “Bekam dilakukan di kepala untuk mengeluarkan materi – materi yang berbahaya pada bagian tubuh bagian atas. Sedangkan khidhab / pacar dilakukan pada kaki untuk mengeluarkan dan menarik zat-zat yang rusak dari bagian badan paling bawah, Wallaahu ‘alam.”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiallaahu ‘anhu : “Bahwa Nabi Shallaahu ‘alaihi wasallam pernah berbekam ketika beliau dalam keadaan berihram dari rasa sakit yang beliau rasakan di kepala beliau” (Shahih Ibnu Khuzaimah dengan tahqiq al-A’zhami (IV/187).

Dr. An-Nasimi mengatakan : “Dan manfaat bekam di tengah – tengah kepala (yakni, yang jauh dari pembuluh-pembuluh darah yang besar) dalam menghilangkan migren, menguraikan terjadinya rekasi terhadap pembuluh darah di otak yang mengakibatkan terjadinya pusing tersebut”.

Dengan dibekam di titik – titik mediterian dan syaraf – syaraf yang menyambung di kepala, aliran darah yang menyumbat jadi lancar dan darah yang mengental dikeluarkan.

Bekam di Kepala

Sumber Gambar : bekamsamarinda.blogspot.co.id

Apa yang harus dihindari untuk mencegah Migrain ?

Hindari makanan yang banyak mengandung tiramin seperti keju. Makanan lain yang harus dihindari seperti coklat, sakarin, kafein, dan MSG.

Penyedap masakan atau MSG dilaporkan dapat menyebabkan sakit kepala, kemerahan pada wajah, berkeringat dan berdebar debar jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar pada saat perut kosong.

Aspartam atau pemanis buatan yang banyak terdapat pada minuman diet dan makanan ringan, dapat menjadi pencetus migrain bila dimakan dalam jumlah besar dan jangka waktu yang lama.

Hindari lingkungan yang bisa memicu migrain, seperti asap rokok, suara bising dan bau yang menyengat;

Berangkat tidur dan bangun pagi pada waktu yang sama tiap hari; Olah raga teratur; komitmen untuk selalu berolah raga baik saat santai maupun saat sibuk bekerja di kantor; Jangan menunda makan; Kurangi stress dengan teknik relaksasi; Batasi konsumsi kafein; Hindari cahaya terang dan berkedip.