Awas!! Ternyata Saraf Kejepit Bisa Melumpuhkan!!

Hasil penelitian para ahli perawatan tulang, bahwa masih sulit menemukan satu saja dari seribu orang dengan kondisi tulang normal tanpa terdislokasi. Hampir semua orang mengalami diskolasi tulang, tulang yang bergeser dari tempatnya semula, entah sedikit atau banyak.

Banyak orang tidak menyadari atau awam tentang pentingnya menjaga postur dan kesehatan tulang. Setiap orang menggunakan fisiknya untuk bergerak, bekerja, olahraga, jatuh, duduk, mengangkat beban, tidur dan lain sebagainya. Disadari atau tidak aktifitas fisik ini bisa merubah posisi tulang, otot dan persendian tubuh.

Dislokasi tulang yang tidak dirawat dengan tepat akan mengakibatkan masalah jangka panjang, menjadikan otot semakin kaku, dan posisi tulang semakin bergeser.

Dislokasi tulang menyebabkan ketidakseimbangan sistem tubuh. Semakin bertambah usia otot – otot dan tulang yang terdislokasi, akan menekan syaraf organik dan menyebabkan gangguan organ – organ dalam tubuh, dan timbullah penyakit – penyakit lainnya.

Keadaan ini juga menjadi gejala saraf kejepit. Selain itu, gejala – saraf kejepit

  • Merasakan sakit seperti ditusuk benda tajam atau panas terbakar;
  • Merasakan mati rasa atau kurang peka pada area tubuh tertentu;
  • Badan sering kesemutan pada tangan atau kaki;
  • Merasakan nyeri pada punggung bahkan menjalar paha, betis, dan kaki;
  • Merasakan lemah pada bagian area sekitar otot tertentu.

Kondisi saraf kejepit merupakan salah satu penyebab nyeri pinggang bawah. Gejalanya bisa berupa nyeri seperti ditusuk jarum pada bagian pinggang hingga kaki, rasa baal, cepat pegal setelah beraktivitas, tidak bisa menahan kencing hingga berat di salah satu atau kedua kaki.

Sebagian besar kondisi saraf kejepit dipengaruhi oleh faktor usia yakni memasuki 41 tahun ke atas. Beberapa kebiasaanpun jadi pemicu kondisi saraf kejepit seperti angkat beban terlalu berat, trauma saat kecelakaan, duduk berjam-jam lamanya hingga obesitas yang menyebabkan beban di pinggang berlebihan.

Pengobatan nyeri pinggang bisa berupa konsumsi obat oral maupun operasi. Sayangnya metode operasi tidak banyak dipilih pasien, karena kekhawatiran risiko lumpuh usai dilakukan pembedahan.

Memang, sudah ada metode operasi baru yang bersifat minimal invasive dan cukup dilakukan selama 45 menit tanpa rawat inap yakni teknik PELD. Pasien juga tidak akan mengalami rasa nyeri selama proses operasi dan sesudahnya, karena tidak membutuhkan jahitan. Tujuannya adalah mengambil bantalan tulang yang terjepit sehingga memicu rasa nyeri. Waktu operasi cepat pasien nggak perlu nginap, karena hanya membutuhkan waktu 45 menit. Satu hingga dua minggu setelahnya sudah bisa beraktivitas kembali.

Untuk biaya, tentunya tidak murah. Memang biaya yang dikeluarkan sebanding dengan perbaikan rasa nyeri yang dialami pasien. Dibandingkan dengan operasi konvensional yang membutuhkan rawat inap dan waktu pemulihan yang lama, teknik PELD relatif lebih terjangkau.

Griya sehat Tasnim hadir memberi jawaban bagi keluhan keluhan diatas juga mengedukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang, otot dan persendian tubuh.

Tenaga konsultan ( tabib ) dan terapis profesional yg telah berpengalaman telah kami siapkan untuk anda, mari rawat tubuh kita jangan menunggu sakit lebih parah, adalah lebih baik kita investasikan sebagian harta kita untuk kesehatan tubuh kita, dan jauh lebih mudah dan murah jika dibandingkan ketika anda sudah sakit parah.